Tampilkan postingan dengan label Hidroponik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hidroponik. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Oktober 2017

Cara Membuat Pupuk Hidroponik

Pupuk tanaman hidroponik

Dalam pembuatan pupuk hidroponik, baik untuk sayuran daun, daun dan batang, bunga, serta buah, memang dibuat dua macam pekatan A dan B. Kedua pekatan itu dilarutkan dalam air bersih dengan perbandingan 1:100. Pekatan A dan B tidak dapat eksklusif dicampur alasannya ialah kalau kation Ca dalam pekatan A bertemu dengan anion sulfat dalam pekatan B akan terjadi endapan kalsium sulfat CaSO4. Akibatnya unsur Ca dan S tidak dapat diserap akar sehingga tanaman pun memperlihatkan gejala defisiensi Ca dan S. Begitu pula kalau kation Ca dalam pekatan A bertemu dengan anion fosfat dalam pekatan B akan terbentuk endapan kalsium fosfat sehingga akar tak bisa menyerap unsur Ca dan p. Oleh alasannya ialah itu kedua pekatan itu harus dipisah.

Bagaimana cara meramu pupuk hidroponik?

Pupuk hidroponik berbeda untuk setiap jenis sayuran. Contohnya pupuk untuk sayuran daun berbeda dengan pupuk untuk sayuran buah. Berikut ialah cara meramu pupuk hidroponik untuk sayuran daun.

Pekatan A
Masukkan 950 g kalsium nitrat, 320 g kalium nitrat, dan 30 g Librel BMX, ke jeriken kapasitas 5 liter, lalu tambahkan air bersih sampai volumenya mencapai 5 liter. Kocok sampai larut. Pekatan A sebanyak 5 liter siap digunakan.
Catatan: Librel BMX ialah pupuk EC, campuran banyak nutrisi mikro, antara lain sebagai berikut:


Tabel ramuan pupuk Hidroponik
 Tabel Ramuan pupuk Hidroponik

Pekatan B
Masukkan 300 g kalium di-hidro fosfat, 170 g amonium sulfat, 160 g kalium sulfat, dan 670 g magnesium sulfat ke jeriken kapasitas 5 liter lalu tambahkan air bersih sampai volumenya mencapai 5 liter. Kocok sampai larut. Pekatan B sebanyak 5 liter siap digunakan.

Untuk membuat larutan siap pakai, sediakan kontainer berkapasitas 1.000 liter dan isi dengan 990 liter air. Tuang 5 l pekatan A dalam kontainer lalu aduk. Kemudian tuang 5 l pekatan B dan aduk kembali sampai merata. Larutan pupuk A-B mix sebanyak 1.000 liter, dengan nilai EC (electro conductivity atau konsentrasi larutan hara) 2,3 mS/cm siap digunakan. 

Apakah menanam sayuran secara hidroponik bisa menggunakan pupuk organik?

Tidak bisa. Hidroponik memakai nutrisi materi kimia anorganik yang bersifat elektrolit. Bila nutrisi itu dimasukkan ke dalam air akan terurai menjadi kation(+) dan anion (-). Garam anorganik, kalium nitrat KNO3 misalnya, akan terurai menjadi kation kalium K+ dan anion nitrat NO3-. Akar tanaman bermuatan negatif. Oleh alasannya ialah itu dengan mudah menyerap kation K+, alasannya ialah muatannya berlawanan. Dengan energi yang besar, muatan listrik bulu-bulu akar dapat pula dirubah sekejab menjadi bermuatan positif, sehingga dapat menarik anion NO3- masuk ke dalam akar.

Sebaliknya dengan pupuk organik, biasanya limbah tumbuhan, bukanlah elektrolit dan tidak terurai menjadi kation dan anion sehingga tidak bisa terserap oleh tanaman. Ada yang mengatakan pupuk organik ialah elektrolit lemah, jadi bisa juga terurai menjadi kation dan anion. Namun, lemah sekali dan anionnya dengan 15—30 rantai karbon C. Kaprikornus berukuran dan berbobot besar, tapi bermuatan listrik lemah sehingga tidak bisa bergerak menuju akar untuk diserap oleh akar tanaman.

Di lain pihak, kation dari pupuk organik sama dengan kation garam anorganik, berkisar sekitar kation unsur-unsur makro. Misalnya amonium NH4+, kalium K+, kalsium Ca++, magnesium Mg++. Kation unsur-unsur mikro ialah besi Fe++, mangan Mn++, tembaga Cu++, dan seng Zn++. Penyerapan kation pupuk anorganik maupun pupuk organik sama-sama lancar dan lincahnya. Anda sering mendengar nilai tukar kation, tetapi tidak akan pernah dengar nilai tukar anion. Itu alasannya ialah anion pupuk organik besar ukuran dan bobotnya, sedangkan muatan listriknya lemah.

Namun, untuk budidaya sayuran di lahan atau tanah, anion pupuk organik yang sekian besar ukuran dan bobotnya itu menguntungkan sekali. Karena akan meremahkan tanah sehingga akar akan leluasa tumbuh memanjang dan bercabang, serta memperbaiki drainase dan aerasi tanah.

Sumber : Majalah Trubus

Untung Berlipat dari Hidroponik bertingkat

Dengan hidroponik bertingkat Keuntungan mencapai 11 juta dari lahan 150 m2


Budidaya tanaman hidroponik bertingkat

Dengan luas lahan yang sama, Hidroponik bertingkat mampu menghasilkan 4 kali lebih tinggi bila dibandingkan dengan hidroponik konvesional. Perbandingan yang sangat signifikan tentunya, bayangkan saja dengan luas lahan 150 m2 dengan menerapkan hidroponik bertingkat mampu menghasilkan 630 kg pakcoy setiap bulan. Sementara bila menerapkan sistem hidroponik biasa hanya 150 kg pakcoy. 

Biaya produksi pertanaman 

Sistem Hidroponik bertingkat ini telah dilakukan oleh Kang Roni Hartanto lulusan fakultas pertanian UNPAD. Menurutnya bahwa untuk biaya produksi khususnya tanaman pakcoy pada sistem hidroponik bertingkat dengan hidroponik konvesional relatif sama yakni per tanaman biaya produksinya Rp. 475 hingga panen. Dengan begitu teladan tanaman hidroponik bertingkat akan cepat kembali modal. Hanya dengan 4 kali panen sudah balik modal.

Walaupun demikian untuk investasi dalam sistem hidroponik bertingkat ini membutuhkan biaya ekstra bila dibandingkan dengan hidroponik konvesional. Namun demikian semua itu mampu ditutupi dengan hasil panen yang jauh lebih menjanjikan dibandingkan dengan konvesiol. Untuk analisis usaha mampu akang lihat pada tabel di bawah ini 


Uraian
Harga
Biaya
A.
BIAYA INVESTASI
1.
BANGUNAN
Bangunan semi permanen 25 m2
10.000.000
10.000.000
Pemasangan Listrik 2.200 Watt
1.500.000
1.500.000
Sub total
11.500.000
2.
INSTALASI HDROPONIK
Instalasi hidroponik tingkat 100m2
400.000
40.000.000
Instalasi meja semai
2.700.000
2.700.000
Pompa sirkulasi ¾ HP 1 buah
5.280.000
5.280.000
Pompa air jet pump ( 100 watt) 1 bh
2.000.000
2.000.000
Tangki air 1.500 liter 1 bh
3.000.000
3.000.000
Jaringan utilitas
1.000.000
1.000.000
Pemasangan Instalasi
1.000.000
1.000.000
Sub Total
54.980.000
3.
PERALATAN
Keranjang plastik 5 buah
100.000
500.000
EC meter 1 buah
250.000
250.000
pH meter 1 buah
300.000
300.000
Timbangan Meja 1 buah
100.000
100.000
Sub Total
1.150.000
TOTAL BIAYA INVESTASI
67.630.000

Uraian
Harga
Biaya
B.
BIAYA PRODUKSI
1.
BIAYA TETAP
Sewa Lahan 150 m2
1.000.000
1.000.000
Transportasi
2.500.000
2.500.000
Penyelia 1 orang
2.500.000
2.500.000
Tenaga kerja lapangan
2.000.000
2.000.000
Listrik dan air
750.000
750.000
Penyusutan bangunan masa pakai 10 tahun
95.833
95.833
Penyusutan instalasi masa pakai 5 tahun
916.333
916.333
Penyusutan peralatan masa pakai 3 tahun
31.944
31.944
Sub Total
8.794.111
2.
Biaya Variabel untuk 11.200 tanaman
Benih pakcoy 8 bungkus
35.000
280.000
Rock wool 56 buah
20.000
1.120.000
35.000
1.120.000
Kemasan + label @2520
1.100
2.800.000
Sub Total
5.320.000
TOTAL BIAYA PRODUKSI
14.114.111


Uraian
Harga
Biaya
C.
PENDAPATAN
Penjualan Pakcoy 630 kg
40.000
25.200.000
KEUNTUNGAN
11.085.889

Asumsi :

  • Hidroponik tanpa greenhouse atau tanpa naungan
  • Luas lahan keseluruhan 150 m2, lahan yang digunakan untuk instalasi hidroponik 100 m2 setiap instalasi memiliki 2 sisi ( bentuk menyerupai hurup A ) yang bertingkat tujuh
  • Setiap m2 memiliki 112 lubang tanam dengan jarak tanam antar lubang 12. 5 cm
  • Total populasi 11.200 tanaman
  • Lama budidaya tanaman pakcoy 28 hari
  • Diasumsikan 1 kg berisi 16 sayuran pakcoy
  • Produksi mencapai 630 kg per bulan sudah dikurangi kerusakan sebesar 10%
  • Harga jual pakcoy hidroponik Rp. 40.000 per kg
  • Sebuah rockwool mampu digunakan untuk 200 benih 
  • Sebungkus benih berisi 2000 benih dengan daya kecambah 70%
  • Sayuran dikemas dalam wadah berbobot 250 gram/pak artinya jumlah pak sayur per panen yaitu 2.520 bungkus.
E. Break Even Point

1. BEP untuk volume produksi
BEP : Total biaya produksi / Harga rata
BEP : Rp. 14.114.111 / Rp. 40.000
BEP : 353 kg
Artinya bahwa titik balik modal tercapai bila total produksi pakcoy mencapai 353 kg

2. BEP untuk harga produksi
BEP = Total biaya produksi / Volume rata-rata
BEP = Rp. 14.114.111 / 630 kg
BEP = Rp. 22.403
Titik balik modal dicapai bila harga jual pakcoy Rp. 22.403 per kg dengan asumsi panen 630 kg

3. Ratio Pendapatan per biaya ( R/C ratio )
R/c Ratio = Pendapatan kotor / Total biaya = Rp. 25.200.000/14.114.111 = 1,78
Artinya bahwa setiap biaya sebesar Rp. 1.00 memperoleh penerimaan sebesar Rp. 1,78

Itulah sekilas mengenai keuntungan berlipat dari penanaman secara hidroponik bertingkat beserta analisis usaha dalam menanam tanaman secara hidroponik. Sebagai catatan bahwa Produkstivitas bervariasi disetiap tempat dan tergantung jenis tanaman yang dibudidayakan.


Sistem hidroponik Model talang trapesium cegah daun terbakar

guli trapesium hidroponik

Sistem hidroponik NFT alias nutrient film technique, sejauh ini penggunaan talang air merupakan yang terbaik bila dibandingkan dengan menggunakan pipa. Walau demikian keluhan yang sering terjadi ialah sering terkulainya daun dan menempel di permukaan guli yang panas. Akibatnya daun terbawah mengalami gosong sehingga petani sayuran hidroponik terpaksa memangkas daun gosong dikala panen dan pengemasan dilakukan. Untuk menghindari hal tersebut diatas penggunaan talang trapesium hidroponil merupakan solusi yang sempurna guna menghindari daun bawah terbakar.

Meminimalkan daun gosong
Pemangkasan daun dikala panen menjadi keluhan para petani hidroponik yang menggunakan sistem NFT talang rata. Dengan pemangkasan tersebut menimbulkan bobot panen berkurang. Akan tetapi kalau tidak dilakukan pemangkasan, khawatir pembeli tidak mau menerimanya. Gosongnya daun bawah ini disebabkan karena permukaan talang yang rata menyebabkan daun menempel pada talang dan alhasil gosong karena panas talang /guli tersebut. Penggunaan guli cembung merupakan solusi sempurna guna daun bawah tidak menempel di talang. Bentuk trapesium dengan atas kecil dan melebar ke bawah meminimalisir kontak antara daun bawah dengan talang yang panas terutama dikala siang hari. 

Baca juga : Untung berlipat dari hidroponik bertingkat

Kelebihan  Talang Trapesium dengan talang persegi
Talang trapesium yang memiliki tinggi 5 cm dengan lebar permukaan atas 5 cm, sedangkan lebar permukaan bawah 10 cm. Bandingkan dengan guli dari talang, yang lebar permukaan atas dan bawahnya sama-sama 10 cm. Bentuk guli trapesium membuat episode bawah sayuran menggantung ketika terkulai pada siang hari sehingga terhindar dari gosong. 

Oksigen Melimpah
Kelebihan lainnya menurut pakar hidroponik, bentuk trapesium yang memiliki lebar di bawah menunjukkan lebih banyak ruang untuk pertumbuhan akar sehingga tinggi pedoman air cukup 2 - 4 mm. Sedangkan sistem hidroponik dengan menggunakan talang/guli persegi , para pekebun hidroponik biasanya menyiasati dengan meninggikan lapisan air sampai 1 cm. Dengan peninggian air tersebut membuat ruang lebih sempit yang menimbulkan oksigen terlarut berkurang. Dengan pasokan oksigen sedikit, terang sangat mensugesti pertumbuhan tanaman yang menjadi kurang maksimal.
Meskipun guli trapesium lebih mahal, bahannya lebih tebal sehingga lebih awet. “Trapesium tahan lebih dari 10 tahun, sedangkan talang air hanya 3—4 tahun.

Penempatan tandon yang baik untuk hidroponik

Tandon dalam sistem hidroponik merupakan daerah untuk menampung pupuk cair yang di alirkan pada talang-talang untuk mensuplay pupuk bagi tanaman. Keberadaan tandon ini sangat menghipnotis kandungan oksigen yang terlarut di dalam pupuk tersebut.

Penempatan tandon yang baik untuk hidroponik

Penempatan tandon yang baik untuk hidroponik
Penempatan tandon sangat menghipnotis tanaman dalam melaksanakan respirasi. tanaman yang melaksanakan respirasi secara normal akan menunjukkan pertumbuhan yang baik. Meletakkan tandon larutan pupuk terpendam di dalam tanah menjadikan suhu larutan pupuk lebih hirau taacuh dibanding meletakkannya di permukaan tanah. Apalagi jikalau tandon disembunyikan di kolong rak talang alias gully di dalam greenhouse. Suhu air pada siang hari 26—27°C. Pada suhu itu kandungan oksigen terlarut mampu mencapai 6—8 ppm, cukup tinggi untuk tanaman berespirasi secara normal.

Selain itu kelandaian talang juga menghipnotis suhu larutan pupuk ( Baca juga : Fungsi talang trapesium cegah daun terbakar ). Bila tangens 2,5% ditingkatkan menjadi 5%, maka anutan akan lebih deras. Panas yang terikat oleh air akan membebaskan diri dan lepas ke udara. Akibatnya suhu larutan turun. Bandingkan dengan tandon larutan yang dipasang di atas menara atau tower. Suhu larutan pupuk meningkat. Dampaknya kandungan oksigen terlarut turun. Pipa PVC (polivinil klorida) penyalur larutan nutrisi ke instalasi yang terbuka dengan sorotan matahari menambah tingginya suhu larutan. Kandungan oksigen terlarut pun berkurang

Peran oksigen terhadap pertumbuhan tanaman
Seperti telah disebutkan diatas bahwa penempatan tandon sangat menghipnotis kandungan oksigen terutama alasannya ialah faktor sorotan matahari terhadap tandon tersebut/ Oksigen berperan pada proses respirasi. Proses respirasi tanaman ialah proses perombakan gula (karbohidrat) hasil fotosintesis dan hasil simpulan dari proses respirasi yaitu terbentuknya ATP yang merupakan sumber energi utama bagi tanaman untuk melaksanakan semua acara ibarat absorbsi, transpirasi, transportasi, pembelahan sel, pembungaan maupun fotosintesis. Oksigen digunakan di mitokondria untuk membantu menghasilkan adenosina trifosfat (ATP) selama fosforilasi oksidatif.

Hidroponik cabe sistem sumbu kompor

cara menanam cabe hidroponik

Menanam cabe secara hidroponik sudah banyak di bahas, namun pada kesempatan ini saya akan mencoba memberi gambaran sistem hidroponik cabe dengan mengadopsi cara kerja sumbu kompor, yang mana sistem hidroponik cabe ini sering disebut hidroponik sistem wicks. Penanaman cabe secara hidroponik ini tidak jauh beda prosesnya dengan menanam secara konvensional, baik dalam pembibitan cabe, penyemaian maupun dalam menanam. yang membedakan hanyalah pada pemeliharaan dan pertolongan pupuknya saja, dengan sistem hidroponik keuntungannya yakni kita tidak perlu repot dalam menyiram tanaman cabe.

Penyemaian cabe untuk hidroponik
Penyemaian cabe untuk hidroponik tidak ada beda dengan penyemaian cabe yang menggunakan media tanah. Berikut ini tahapan penyemaian cabai

  1. Rendam cabe yang akan disemai. Perendaman dilakukan untuk mempercepat pertumbuhan kecambah, selain itu dapat kita seleksi mutu benih cabe yang nanti nya akan mengalami pertumbuhan sempurna. Yaitu untuk biji cabe yang terapung, kita singkirkan saja atau kita buang. Sebaiknya dalam melaksanakan perendaman cabe diberikan pula zat pengatur tumbuh ( ZPT ) guna mempercepat pertumbuhan cabe.
  2. Setelah dilakukan perendaman, bungkus cabe dengan kain berair selama seharian. Perlakuan ini dimaksudkan untuk mempercepat proses cabe dalam berkecambah. Sifat berair dan gelap mendorong kecambah untuk melaksanakan fototropi konkret yaitu suatu gerakan untuk mencari cahaya.
  3. Setelah kecambah muncul kemudian lakukan menyemaian. Pemyemaian mampu menggunakan daerah semai yang mampu anda beli di toko pertanian atau menggunakan wadah plastik yang telah diberi media berupa sekam bakar atau coco peat.

Itulah sekilas proses semai cabe untuk sistem hidroponik yang tidak jauh beda dengan sistem menanam cabe pada umumnya 

Tahap penanaman cabe hidroponik cabe sistem sumbu
Sistem hidroponik cabe yang mengadopsi sistem sumbu kompor ini sangat cocok bagi anda yang mempunyai lahan terbatas dan sistem ini tidak memerlukan biaya yang mahal, anda mampu menggunakan bahan-bahan yang sudah tidak terpakai. Adapun materi dan peralatan yang dibutuhkan untuk menanam cabe secara hidroponik dengan sistem wick yakni sebagai berikut :

  1. Styrofoam dengan tebal minimal 2 cm
  2. Ember plastik 
  3. Pot plastik

Langkah-langkah penanaman cabe hidroponik dengan sistem wicks
  • Buat Styrofoam berbentuk bundar / kotak, kemudian lubangi Styrofoam seukuran pot

Hidroponik cabe sistem sumbu kompor 1
  • Lubangi pot menyerupai pada gambar dibawah ini

Pot untuk tanaman hidroponik cabe
  • Siapkan media tanam berupa coco peat dan sekam dengan perpandingan 1:1, Siapkan pula bibit dari persemaian yang sudah siap tanam.
  • Masukkan media tanam kedalam pot dan selanjutnya masukkan bibit yang siap tanam tadi.

media tanam cabe hidroponik

  • Siapkan bejana dan isi dengan nutrisi ( Baca juga : cara membuat pupuk hidroponik ) . Untuk lebih jelasnya mampu melihat gambar dibawah ini.
  • Untuk langkah selanjutnya mampu melihat gambar dibawah ini

Hidroponik cabe sistem wick

Itulah sekilas cara menanam cabe dengan sistem sumbu kompor atau sistem wick. Trik menanam cabe dengan sistem ini mampu juga dijadikan hiasan di depan rumah anda. 

Perda sari dewi : Sukses bertanam hidroponik bertingkat

Sukses bertanam hidroponik bertingkat

Pemanfaatan lahan sempit untuk budidaya sayuran hidroponik bertingkat menjadi pilihan sempurna alasannya selain dari segi estetika hidroponik bertingkat itu bagus dipandang juga produksinya pun lebih banyak (Baca juga : Untung berlipat dari hidroponik bertingkat ). Hal ini dilakukan oleh perda sari dewi. Perda memang menjadi petani sayuran hidroponik pascagagal berlibur. Perempuan kelahiran Palembang 28 Pebruari 1978 itu membudidayakan beragam sayuran ibarat salada, kangkung, caisim, dan pakcoy dengan teknologi hidroponik bertingkat. Ia memanfaatkan halaman rumah sebagai lokasi budidaya sayuran hidroponik bertingkat. Di atas lahan 370 m2, Perda dan suami, Adie Alqodri, membuat 3 instalasi sayuran hidroponik bertingkat sistem nutrient film technique (NFT) pada medio 2014. Tiga instalasi itu berbentuk segitiga dengan masing-masing jarak antarkaki 1,5 m dan panjang pipa 12 m. “Pipa dibuat 5 tingkat kanan-kiri dan 1 pipa di tengah atas. Kaprikornus total ada 11 pipa per instalasi,” kata Adie.

Hidroponik bertingkat dipilih alasannya halaman rumah kami sempit, dengan bertingkat produksi mampu lebih banyak alasannya lubang tanam kan banyak, dan dari segi estetika hidroponik bertingkat itu bagus dipandang,” kata Adie. 

Total 3 instalasi berbiaya Rp15-juta itu memiliki 2.000 lubang tanam. Dari instalasi itu Perda rutin panen 200 kg sayuran. Dari sumber itu 150 kg masuk ke pasar modern dan sisanya dijajakan ke pasar tradisional. Total biaya operasional 3 instalasi hidroponik itu Rp1-juta per siklus tanam sekitar 30 hari. Untuk buka pasar modern, “Kami menemui administrasi pasar swalayan dengan membawa sampel sayuran hidroponik,” kata Adie.

budidaya sayuran sistem hidrponik bertingkat
Memiliki 5 instalasi hidroponik bertingkat dengan total 3.300 lubang tanam

Beruntung pasar swalayan di Palembang itu sedang mencari pemasok lokal sayuran hidroponik. Maklum, selama ini, “Banyak sayuran di Palembang berasal dari tempat lain, bahkan dari provinsi lain,” kata Perda. Perda merupakan pioner pemasok sayuran hidroponik lokal ke pasar modern di Palembang. Padahal, semula beliau dan suami memasarkan sayuran ke pasar tradisional.

“Ketika itu saya bawa semua hasil panen sayuran ke pasar. Saya tawarkan kepada satu per satu pedagang sayuran di sana. Mereka banyak yang mau tapi harga yang ditawarkan rendah,” kata Adie. Untuk pasar modern Perda mengemas sayuran dalam plastik transparan. Satu kemasan berbobot 250 gram berisi 2—3 tanaman. Harganya, Rp20.000—Rp25.000 per kg. Artinya, Perda meraih omzet minimal Rp200.000 per hari setara Rp3-juta per bulan.

Meski berhasil menembus pasar modern, Perda dan Adie tetap tidak melupakan pasar tradisional. “Kami tetap menjual sayuran hidroponik ke pasar tradisional alasannya pasar pertama kami. Lagi pula sayuran yang tidak masuk ke pasar modern masih mampu dijual ke pasar tradisional,” kata Adie.

hidroponik sistem sumbu
Awalnya menanam sayuran hidroponik sistem sumbu di 30 boks stirofoam

Pasar modern menghendaki sayuran hidroponik yang mulus, tanpa gerekan serangga, dan berukuran seragam. Perda memasarkan sayuran yang tidak memenuhi standar kualitas itu ke pasar tradisional. Menurut Adie Alqodri pedagang di pasar tradisional belum membedakan sayuran hidroponik dan konvensional. “Mereka hanya melihat penampilan sayuran. Kalau segar dan bagus sayuran dibeli dengan harga sedikit lebih mahal dibandingkan rata-rata. Spesifikasi lain ibarat bobot dan ukuran sayuran tidak mereka perhitungkan,” kata Adie.

Oleh alasannya itu harga jual sayuran hidroponik di pasar tradisional pun lebih rendah dibandingkan pasar modern. Perda menjual caisim dan kangkung Rp7.000—8.000 per kg di pasar tradisional. Sementara harga kangkung di pasar modern Rp14.000 per kg. “Meski harga jual di pasar tradisional lebih rendah 2 kali lipat dari pasar modern, tapi masih menguntungkan,” katanya.
Perda menjual 6 kg sayuran ke pasar tradisional per 2 hari. Artinya Perda memperoleh pemanis pendapatan sekitar Rp675.000 per bulan. Jika omzet penjualan sayuran di kedua pasar dijumlah, pendapatan alumnus Universitas Sriwijaya itu setiap bulan Rp3,6-juta. Omzet itu bakal kian besar alasannya permintaan juga terus meningkat.

pemasaran sayuran hidroponik ke pasar swalayan

“Permintaan tinggi, 2 kali lipat dari kapasitas produksi sekarang,” kata Perda. Oleh alasannya itu beliau pun membangun 2 instalasi hidroponik bertingkat baru. “Dengan begitu ada penambahan produksi sekitar 120 kg di bulan depan,” ujarnya.

Perawatan sayuran hidroponik masih mereka tangani sendiri. “Tidak terlalu repot kok. Biasanya selepas sholat Subuh saya mengecek kondisi nutrisi dan sayuran. Paling setengah jam sudah beres,” kata Adie. Karena panen setiap hari, penyemaian benih pun dilakukan setiap hari. “Semai setiap hari sambil nonton televisi. Dilakukan berdua saja dengan istri jadi suasana rumah tangga kian bersahabat dan kompak,” kata Adie.