Tampilkan postingan dengan label Sayuran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sayuran. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Oktober 2017

Cara cegah pathek (antraknosa) cabai dengan lengkuas

Cara cegah pathek (antraknosa) cabai dengan lengkuas

Pathek alias antraknosa musuh petani cabai. Di ekspresi dominan penghujan, cendawan itu mampu menggasak seluruh buah cabai hingga petani gigit jari. Untuk menghindari risiko busuk, petani pun memanen buah ketika muda. Akibatnya harga cabai rawit matang pun melambung, menyerupai beberapa waktu lalu.

Sebenarnya ada cara sederhana mencegah serangan antraknosa. Selain menggunakan kandungan kitosan dalam cangkang kepiting, lengkuas Alpina galanga pun tak kalah manjur. Caranya sederhana, iris, cincang, lalu parut 1 kg rimpang lengkuas. Rendam dalam 2 liter air, diamkan 24 jam, lalu saring. Setiap 2 l air rendaman mampu diencerkan menjadi 10 l sebelum disemprotkan. Lakukan penyemprotan sore hari untuk mencegah cendawan berkembang di malam hari.

Hidroponik cabe sistem sumbu kompor

cara menanam cabe hidroponik

Menanam cabe secara hidroponik sudah banyak di bahas, namun pada kesempatan ini saya akan mencoba memberi gambaran sistem hidroponik cabe dengan mengadopsi cara kerja sumbu kompor, yang mana sistem hidroponik cabe ini sering disebut hidroponik sistem wicks. Penanaman cabe secara hidroponik ini tidak jauh beda prosesnya dengan menanam secara konvensional, baik dalam pembibitan cabe, penyemaian maupun dalam menanam. yang membedakan hanyalah pada pemeliharaan dan pertolongan pupuknya saja, dengan sistem hidroponik keuntungannya yakni kita tidak perlu repot dalam menyiram tanaman cabe.

Penyemaian cabe untuk hidroponik
Penyemaian cabe untuk hidroponik tidak ada beda dengan penyemaian cabe yang menggunakan media tanah. Berikut ini tahapan penyemaian cabai

  1. Rendam cabe yang akan disemai. Perendaman dilakukan untuk mempercepat pertumbuhan kecambah, selain itu dapat kita seleksi mutu benih cabe yang nanti nya akan mengalami pertumbuhan sempurna. Yaitu untuk biji cabe yang terapung, kita singkirkan saja atau kita buang. Sebaiknya dalam melaksanakan perendaman cabe diberikan pula zat pengatur tumbuh ( ZPT ) guna mempercepat pertumbuhan cabe.
  2. Setelah dilakukan perendaman, bungkus cabe dengan kain berair selama seharian. Perlakuan ini dimaksudkan untuk mempercepat proses cabe dalam berkecambah. Sifat berair dan gelap mendorong kecambah untuk melaksanakan fototropi konkret yaitu suatu gerakan untuk mencari cahaya.
  3. Setelah kecambah muncul kemudian lakukan menyemaian. Pemyemaian mampu menggunakan daerah semai yang mampu anda beli di toko pertanian atau menggunakan wadah plastik yang telah diberi media berupa sekam bakar atau coco peat.

Itulah sekilas proses semai cabe untuk sistem hidroponik yang tidak jauh beda dengan sistem menanam cabe pada umumnya 

Tahap penanaman cabe hidroponik cabe sistem sumbu
Sistem hidroponik cabe yang mengadopsi sistem sumbu kompor ini sangat cocok bagi anda yang mempunyai lahan terbatas dan sistem ini tidak memerlukan biaya yang mahal, anda mampu menggunakan bahan-bahan yang sudah tidak terpakai. Adapun materi dan peralatan yang dibutuhkan untuk menanam cabe secara hidroponik dengan sistem wick yakni sebagai berikut :

  1. Styrofoam dengan tebal minimal 2 cm
  2. Ember plastik 
  3. Pot plastik

Langkah-langkah penanaman cabe hidroponik dengan sistem wicks
  • Buat Styrofoam berbentuk bundar / kotak, kemudian lubangi Styrofoam seukuran pot

Hidroponik cabe sistem sumbu kompor 1
  • Lubangi pot menyerupai pada gambar dibawah ini

Pot untuk tanaman hidroponik cabe
  • Siapkan media tanam berupa coco peat dan sekam dengan perpandingan 1:1, Siapkan pula bibit dari persemaian yang sudah siap tanam.
  • Masukkan media tanam kedalam pot dan selanjutnya masukkan bibit yang siap tanam tadi.

media tanam cabe hidroponik

  • Siapkan bejana dan isi dengan nutrisi ( Baca juga : cara membuat pupuk hidroponik ) . Untuk lebih jelasnya mampu melihat gambar dibawah ini.
  • Untuk langkah selanjutnya mampu melihat gambar dibawah ini

Hidroponik cabe sistem wick

Itulah sekilas cara menanam cabe dengan sistem sumbu kompor atau sistem wick. Trik menanam cabe dengan sistem ini mampu juga dijadikan hiasan di depan rumah anda. 

Cara menghindari kerugian panen cabai dengan pengeringan

Fluktuasi harga momok bagi pekebun cabai. Ketika stok barang di pasaran sedikit, harga melambung sehingga mereka untung. Namun, ketika pasokan cabai melimpah, harga anjlok. Kondisi itu membuat pekebun rugi. Pekebun terpaksa menjual cabai dengan harga rendah karena buah pedas itu mudah rusak. Setelah panen proses metabolisme menyerupai respirasi dan transpirasi tetap berlangsung sehingga memicu layu.

Pengeringan cabai

Pengeringan cabai
Apalagi kandungan air tinggi berkisar 55—85% sehingga gampang busuk. Salah satu cara untuk meningkatkan nilai ekonomi cabai merah dikala panen melimpah ialah dengan mengolahnya menjadi bentuk kering, utuh, dan tepung. Menurut Dr Dedy A. Nasution, perekayasa madya di Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian, Badan Litbang Pertanian, olahan cabai memperlihatkan nilai tambah sampai 80% dibanding produk segar.

Selain itu, cabai kering abadi sampai 6 bulan. “Pengeringan cabai menggunakan mesin lebih higienis dan tidak mengandalkan sinar matahari,” ujar Dedy. Produk cabai kering beredar di pasaran bahkan menghiasi gerai-gerai pasar modern di kota besar menyerupai Jakarta, Medan, dan Aceh. Tepung cabai bahan baku industri makanan menyerupai makaroni, kecap, dan kerupuk.

Itu sebabnya, Dedy dan rekan merakit alat pengering cabai yang bisa menurunkan kadar air sampai 80%. Ia menuturkan alat juga digunakan untuk mengeringkan komoditas lain menyerupai wortel, kentang, dan singkong. “Namun, tidak disarankan untuk biji-bijian menyerupai kacang hijau dan kedelai,” ujarnya. Alat berukuran 248 cm x 69 cm x 115 cm itu terbuat dari materi besi nirkarat food grade.
Alumnus Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor, itu melengkapi mesin penepung generasi kedua dengan teknologi cyclone. Dampaknya dikala keluar dari mesin tepung tidak beterbangan akhir dorongan angin dari perputaran gigi-gigi pada disk mill. Di dalam mesin terdapat ulir untuk mengatur jumlah masukan bahan. Mesin menghaluskan 30—50 kg materi per jam dengan konsumsi materi bakar minyak hanya 3 liter.

Kehalusan tepung yang dihasilkan pada ayakan 30 mesh, 60 mesh, dan 80 mesh, masing-masing ialah 43%, 61%, dan 97%. Kebisingan bunyi 90,73 db dengan putaran engine dan penepung masing-masing 3.700 rpm dan 7.400 rpm. “Mesin penepung itu juga dapat dimanfaatkan untuk meghaluskan sayur-sayuran kering,” ujar Dedy. Kaprikornus ketika harga cabai anjlok, mesin penepung dan pengering dapat kita andalkan.

Di dalamnya terdapat rak berisi baki untuk menampung materi yang akan dikeringkan. Ketebalan tumpukan maksimal 4 cm. Lama pengeringan tergantung pada bahan. Proses pengeringan singkong tentu lebih lama dibanding cabai. Mesin berbahan bakar gas itu bekerja dengan mengalirkan udara panas secara mendatar dari arah depan ruang pengering melewati celah-celah tumpukan cabai.

Penepungan Cabai 
Dedy melengkapi pengering itu dengan kompor, kipas, dan tombol pengatur suhu. Kompor pemanas menggunakan materi bakar gas. “Untuk sekali proses menghabiskan 3 kg elpiji,” ujar Dedy. Sementara itu, kipas pengembus udara digerakkan dengan motor listrik berdaya 750 watt. Untuk mengeringkan 42 kg cabai merah segar butuh waktu 11 jam. Kadar air yang tersisa dari 84% menjadi 7%.

Cabai hasil pengeringan berwarna cerah dan bersih. Selama proses pengeringan, suhu diatur pada kisaran 65—70°C. Ahli gizi dan pangan di Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi dan Kesehatan Bogor, Jawa Barat, Dr Mien Karmini menuturkan suhu optimal untuk mengeringkan materi makanan ialah 70°C. Pada suhu itu kandungan gizi tetap terjaga dan tidak memakan waktu terlalu lama. “Jika suhu yang digunakan di atas 70°C maka kandungan gizi berkurang,” ujarnya.

Pekebun dapat eksklusif menjual cabai-cabai kering itu atau mengolahnya kembali menjadi tepung. Produk tepung memperkecil kerusakan dan meminimalkan biaya distribusi. Dedy dan rekan merancang alat penepung yang bekerja menggunakan prinsip disk mill yaitu materi digiling di antara dua piringan yang berputar berlawanan dengan kecepatan tinggi. Dimensi mesin 248 cm x 69 cm x 115 cm. Ukuran disk mill berdiameter 229 cm dan lebar 4 cm.

sumber : majalah trubus

Cara budidaya cabai yang benar di trend hujan

budidaya cabai keriting bebas penyakit patek

Budidaya cabai di ekspresi dominan hujan sering terjadi gagal panen dikarenakan serangan penyakit. kelembapan yang tinggi serta kurangnya daya tahan cabai terhadap penyakit menyebabkan cabai gagal di panen. Kegagalan panen akhir serangan penyakit ini mampu mencapai 75%. Karena banyak yang gagal panen ketika ekspresi dominan hujan menyebabkan harga cabai menjadi mahal. Hal ini menjadi dilematis bagi petani, di satu sisi petani ingin menerima untung besar alasannya yaitu harga cabai tinggi, di sisi lain mampu jadi merugi alasannya yaitu cabai mengalami gagal panen alasannya yaitu serangan penyakit. Penyakit yang menyebabkan cabai gagal panen tidak lain dan tidak bukan yaitu penyakit antraknosa atau sering disebut juga patek. Bagaimana cara supaya budidaya cabai di ekspresi dominan hujan terhindar dari penyakit antraknosa, ikuti kiat kiatnya di bawah ini.

Antraknosa penyakit cabai ekspresi dominan hujan

cabai bebas penyakit

Penyakit patek atau antraknosa merupakan cendawan Colletotrichum capsici yang menyerang cabai terutama pada buah dan batang. Cendawan ini berkembang pesat di lingkungan yang kelembapannya tinggi. semakin tinggi kelembapannya semakin cepat menyebar cendawan tersebut. Sedangkan pada cuaca kering jamur tidak meluas, hanya berbentuk bercak kecil saja. Pada serangan yang hebat, buah muda yang terinfeksi jamur ini akan gugur, sedangkan pada buah yang bau tanah menyebabkan buah tampak busuk. 

Budidaya cabai terhindar dari penyakit patek
Untuk menghindari 100% serangan patek pada ekspresi dominan hujan saya rasa tidak mungkin, tapi setidaknya cara ini dapat mengurangi Penyakit antraknosa hingga menyebabkan petani mendapat keuntungan dari menanam cabai ekspresi dominan hujan. berikut langkah-langkah yang mampu anda implementasikan ketika budidaya cabai di ekspresi dominan hujan

Gunakan benih yang bebas antraknosa
Antraknosa bukan saja menyerang kulit luar dari cabai, akan tetapi dapat menginfeksi biji. Gunakanlah benih yang bersertifikat bebas antraknosa. 

Lakukan perlakuan benih 

perlakuan benih supaya bebas antraknosa

Perlakuan benih ibarat bayi diberikan imunisasi supaya nantinya kebal terhadap penyakit

Walau benih sudah terbebas dari infeksi antraknosa, kecendrungan terserang penyakit ketika  cabai ditanam masih mungkin terjadi. Maka dari itu diharapkan untuk melaksanakan perlakuan benih, Perlakuan benih dimaksudkan supaya tanaman nantinya lebih kebal terhadap penyakit, sebagai mana insan di berikan imunisasi ketika bayi. Langkah-langkah perlakuan benih hingga pembibitan cabai guna mengurangi serangan antraknosa atau patek yaitu sebagai berikut 
  •  Rendam benih dalam air hangat sekitar 500C selama 30 menit kemudian tiriskan.
  • Campurkan pupuk sangkar matang dan tanah berbanding 2:1. Tambahkan 10 g fungisida mankozeb 80% dan 2 g insektisida karbofuran 3% per 25 kg media tanam. Aduk rata.
  • Isi polibag 10 cm x 12 cm dengan 200 g media tanam. Tanam satu benih cabai per polibag.
  • Susun polibag dalam sungkup persemaian. Campurkan 0,5 ml insektisida mengandung profenofos 500 g/l dan 0,5 g fungisida mengandung mankozeb 80% per liter air. Campuran larutan 500 ml cukup untuk sekali menyemprot 10.000 polibag bibit. Semprotkan setiap 6 hari sekali. Umur 25 hari, bibit siap pindah tanam.

Persiapan Lahan dan Penanaman
  • Buat guludan selebar 1,2 m, tinggi 25 cm, jarak antar guludan 80 cm.  Tebarkan pupuk kandang, aduk rata dengan tanah di guludan sebanyak 2 kg per tanaman. Seminggu kemudian, perbaiki guludan, pasang mulsa plastik hitam perak (MPHP), lalu buat lubang tanam diameter 10 cm. Jarak tanam 60 cm x 70 cm sebanyak 2 baris per mulsa. Guludan yang lebar  dengan membuat selokan  ( Jarak antar guludan ) lebih lebar yakni  80 cm di lahan  Umumnya petani lain membuat selokan antarguludan selebar 50 cm. Selokan lebar menyebabkan air ketika ekspresi dominan hujan cepat terbuang. Jarak tanam 60 cm x 70 cm terbukti tidak membuat cendawan bersarang.
  • Campurkan pupuk Urea, KCl, dan SP-36 dengan perbandingan 1:2:2. Benamkan 30 g pupuk per lubang tanam. Tutup dengan lapisan tipis tanah. Diamkan 2—3 hari.
  • Hari ke-4 tanam bibit beserta media lamanya. Siram tanaman setiap hari kecuali ketika hujan.
  • Dua ahad setelah tanam, campurkan insektisida profenofos 500 g/l (selang-seling dengan deltametrin 25g/l) sebanyak 0,5 ml per liter air, fungisida mankozeb 80% sebanyak 0,5 g/liter air, dan pupuk daun lengkap 0,5 g/liter air. Larutan 14 liter dipakai untuk 500 tanaman.
  • Sebulan setelah tanam, berikan pupuk NPK 15:15:15 sebanyak 5 kg per 250 liter air. Kocorkan 250 ml per tanaman di sekeliling batang 2 ahad sekali. Pada umur ini, dosis pestisida dinaikkan menjadi 0,75 g atau 0,75 ml per liter. Umur 2 bulan, 1 g atau 1 ml per liter. Umur 3 bulan hingga 7 bulan, 1,5 g atau 1,5 ml per liter.
  • Saat tanaman berumur 2,5 bulan, berikan NPK 15:15:18 dosis 5 kg per 250 liter air. Kocorkan 250 ml per tanaman di sekeliling batang 2 ahad sekali. Total 4 kali. Saat umur tanaman 3 bulan, tambahkan fungisida propineb 70% sebanyak 1 g/liter pada larutan pestisida atau disemprot tunggal seminggu 2 kali.

Lakukan penyemprotan rutin
Penyemprotan yang rutin dengan fungisida akan meminimalisir pertumbuhan cendawan di areal pertanaman cabai. Penyemprotan pertama, ketika tanaman anggota famili Solanaceae itu berumur 10 hari setelah tanam. Saat itu ia menyemprotkan fungisida pyraclostrobin dan metiram (CabrioTop) berdosis 1-1,5 kg per ha mulai umur 10 hari hingga 40 hari per 3 hari sekali. Untuk mencegah resistensi, fungisida diselang-seling dengan materi aktif difenokonazol. Pada usia tanaman 40 hari ke atas, ia menyemprotkan Cabrio EC yang mengandung pyraclostrobin dengan dosis 400 ml per ha. Sesekali lakukan aplikasi CabrioTop untuk menunjang pertumbuhan tunas baru.
Bahan aktif metiram mengandung unsur seng yang berperan dalam pembentukan klorofil. ”Seng membuat pertumbuhan vegetatif tanaman lebih baik.

Dengan cara itu panen 1—1,3 kg cabai besar per tanaman pada ekspresi dominan hujan mampu dicapai. 

Cara pemupukan pupuk daun yang benar

penyemprotan pupuk daun

Pupuk daun merupakan pupuk buatan yang penggunaannya di semportkan melalui daun. akan tetapi saya lihat kebanyakan petani asal saja menyemprotkan pupuk daun baik waktu maupun caranya. Hal ini kadang menyebabkan pupuk yang digunakan kurang efektif dan banyak yang terbuang percuma. Kesalahan yang terjadi menyebabkan daun kurang menyerap pupuk yang diberikan sehingga tanaman tidak terlihat perubahannya setelah dipupuk atau tidak. Bagaimana cara pemupukan pupuk daun yang benar sehingga menyebabkan tanaman sehat dan kebutuhan nutrisinya terpenuhi. 
Pada intinya cara pemupukan pupuk daun baik cara pemupukan cabe, cara pemupukan tomat atau tanaman lainnya ialah sama saja 
2 macam pupuk yang di jual di pasaran
Ada hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan pemupukan melalui daun. Karena bukan tidak mungkin kita salah mengaplikasikan pupuk yang menyebabkan tanaman merana. Dipasaran ada 2 jenis pupuk yang di perjualbelikan yaitu pupuk daun untuk pertumbuhan vegetatif dan pupuk daun untuk pertumbuhan generatif. Namun bergotong-royong masih banyak , tidak hanya 2 jenis pupuk daun yang dipasarkan, ada juga pupuk daun untuk menawarkan nutrisi unsur-unsur mikro. Tapi saya rasa itu kurang perlu dilakakuan alasannya ialah kadang unsur mikro yang terkandung dalam pupuk daun biasanya sudah tersedia. Makara usahakanlah anda melihat label dari pupuk daun tersebut dan lihat apakah ada unsur hara mikro nya selain Nitrogen, Posfor dan Kalium ( NPK ). 

Pupuk Daun Vegetatif
Pupuk daun vegetatif ialah pupuk yang dikhususkan untuk perkembangan vegetatif menyerupai pertumbuhan dan batang dan akar. Biasanya pupuk ini mengandung lebih banyak unsur Nitrogen dibandingkan Posfor dan Kalium dan diaplikasikan ketika tanaman mulai tumbuh daun gres dan batang baru. 

Pupuk Generatif
Pupuk daun generatif ialah pupuk yang dikhususkan untuk tanaman mulai berbunga atau berbuah. Sifat kerja pupuk ini ialah meningkatkan dan mempertahankan produktivitas tanaman terutama dalam bobot buah, buah tahan terhadap goncangan ( Tidak mudah jatuh) dan lain-lain

Cara Pemupukan pupuk daun 
Untuk melaksanakan pemupukan dengan cara penyemprotan pupuk daun baik itu masa vegetatif atau masa generatif ada beberapa hal yang perlu anda ketahui semoga pupuk yang digunakan lebih efesien dan efektif. 

Daun sebagaimana kita ketahui memiliki lisan daun atau sering disebut stomata yang berada di bawah lapisan daun ( bukan diatas daun ). Stomata ini memiliki perilaku menutup dan membuka yang secara mekanis diatur oleh tekanan yang disebut dengan turgor dari sel-sel penutup Jika tekanan tugor meningkat, maka stomata akan membuka, sebaliknya apabila tekanan tugor menurun, maka stomata atau lisan daun akan menutup. Salah satu yang mensugesti tekanan turgor sehingga menyebabkan stomata tertutup dan terbuka ialah banyaknya air yang terbuang lewat penguapan daun. Biasanya tekanan turgor akan naik bila cuaca tidak panas atau matahari tidak terik yang menyebabkan lisan daun atau stomata membuka. Dan kebalikannya disaat kondisi panas dan terik maka stomata akan menutup

Dari keterangan diatas maka kita tarik benang merahnya bahwa pemupukan yang baik ialah pemupukan yang dilakukan pada pagi hari disaat matahari belum panas dan mampu juga dilakukan pada sore hari disaat matahari mulai terbenam alasannya ialah ketika itu stomata lagi terbuka dan zat-zat makanan yang berada disitu akan ikut terserap yang mana sangat diharapkan oleh tanaman untuk petumbuhan. Yang kedua ialah lakukanlah penyemprotan pupuk daun ke arah daun adegan bawah bukan adegan atas, alasannya ialah stomata berada dibawah daun bukan diatas daun.

Itulah sekilas mengenai cara melaksanakan penyemprotan pupuk daun yang benar sehingga pupuk yang kita berikan benar-benar diserap oleh tanaman untuk pertumbuhan

Syarat media Tanam yang baik untuk tanaman organik

Media Tanam budidaya organik

Teknik atau cara budidaya tanaman sayuran organik merupakan salah satu cara menanam tanpa melibatkan materi kimia sintetis menyerupai NPK atau sejenis pupuk yang dibuat secara kimia. Bahan-bahan untuk budidaya tanaman sayuran secara organik diambil dari alam, dalam artian kita membuat sendiri unsur-unsur nutrisi yang diharapkan oleh tanaman baik itu pupuknya atau pestisida alami. Walaupun menanam secara organik banyak kekurangannya jikalau dibandingkan dengan menanam konvensional, akan tetapi tanaman yang dihasilkan jauh lebih sehat dibandingkan dengan menggunakan pupuk kimia dan pestisida kimia dalam menanggulangi hama dan penyakit. Akan tetapi sekarang-sekarang ini telah dikembangkan atau dengan kata lain penanaman secara organik telah berkembang pesat dan sekarang banyak diproduksi pupuk organik cair yang mana nutrisinya telah diselaraskan dengan kebutuhan tanaman. 

Media Tanam budidaya organik
Sebelum menginjak lebih jauh mengenai pupuk alami dan pestisida alami, Media tanam untuk tanam organik merupakan salah satu hal yang terpenting ketika anda menanam sayuran organik. Media tanam yang baik merupakan pondasi awal untuk tananaman yang anda budidayakan sehat atau tidak. Untuk itu kita perlu mengetahui dahulu syarat media yang untuk tanaman organik. 

Syarat media tanam yang baik
Fungsi dari media tanam ialah menopang tanaman menunjukkan nutrisi yang diharapkan oleh tanaman serta daerah tumbuh dan berkembangnya akar dalam menyerap nutrisi yang diharapkan tanaman.Lewat media tanam tumbuh-tumbuhan menerima sebagian besar nutrisinya. Untuk budidaya tanaman dalam wadah pot atau polybag, media tanam dibuat sebagai pengganti tanah. Oleh alasannya ialah itu, harus bisa menggantikan fungsi tanah bagi tanaman.

Media tanam yang baik harus memiliki sifat-sifat fisik, kimia dan biologi yang sesuai dengan kebutuhan tanaman. Secara umum, media tanam yang baik harus memiliki syarat-syarat sebagai berikut:

  • Mampu menyediakan ruang tumbuh bagi akar tanaman, sekaligus juga sanggup menopang tanaman. Artinya, media tanam harus gembur sehingga akar tanaman bisa tumbuh baik dan sempurna, akan tetapi masih cukup solid memegang akar dan menopang batang biar tidak roboh. Apabila media terlalu gembur, pertumbuhan akar akan leluasa namun tanaman akan terlalu mudah tercerabut. Sebaliknya apabila terlalu padat, akar akan kesulitan untuk tumbuh.
  • Memiliki porositas yang baik, artinya bisa menyimpan air sekaligus juga mempunyai drainase (kemampuan mengalirkan air) dan aerasi (kemampuan mengalirkan oksigen) yang baik. Media tanam harus bisa mempertahankan kelembaban tanah namun harus bisa membuang kelebihan air. Media tanam yang porous mempunyai rongga kosong antar materialnya. Media tersebut tersebut isa ditembus air, sehingga air tidak tergenang dalam pot atau polybag. Namun disisi lain ronga-rongga tersebut harus bisa menyerap air (higroskopis) untuk disimpan sebagai cadangan dan mempertahankan kelembaban.
  • Menyediakan unsur hara yang cukup baik makro maupun mikro. Unsur hara sangat penting bagi pertumbuhan tanaman. Unsur hara ini bisa disediakan dari pupuk atau acara mikroorganisme yang terdapat dalam media tanam.
  • Tidak mengandung bibit penyakit, media tanam harus bersih dari hama dan penyakit. Hama dan penyakit yang terkandung dalam media tanam dapat menyerang tanaman dan menimbulkan ajal pada tanaman. Media tanam tidak harus steril alasannya ialah banyak mikrooganisme tanah yang bahwasanya sangat bermanfaat bagi tanaman, namun harus higienis dari bibit penyakit.



Cara menanam tomat yang benar berdasarkan ilmu pertanian

Cara menanam tomat

Cara menanam tomat yang benar berdasarkan ilmu pertanian – Tanaman tomat yang memiliki nama latin Lycopersicon esculentum L. Adalah tanaman ini berasal dari Amerika selatan dan tengah. Tanaman ini tumbuh subur pada curah hujan 750-125 mg per tahun dengan kisaran suhu antara 20 – 27C. Walau demikian umumnya tomat dapat tumbuh dengan tepat pada ketinggian antara 0-1500 m dpl.

Pada masa sekarang ini ada banyak varietas tomat yang tersebar yakni hampir 400 varietas tomat. Varietas tersebut ada yang cocok di tanam di dataran rendah menyerupai varietas Ratna, intan dan CLN. Ada juga yang cocok tumbuh di dataran tinggi menyerupai varietas mutiara,berlian dan kada. Ada pula yang tumbuh tepat baik di dataran tinggi maupun dataran rendah menyerupai varietas GH4 dan GH2.

Cara memilih benih tomat yang baik


Cara memilih benih tomat yang baik – Jangan asal-asalan dalam Memilih benih tomat untuk di budidayakan baik untuk di tanam lahan yang luas maupun untuk hidroponik, hendaknya harus menyesuaikan dengan karakteristik lokasinya. Apabila anda akan menanam tomat di dataran rendah, maka pilihlah varietas yang cocok untuk dataran rendah, pula sebaliknya pula kalau ingin menanam tomat pada dataran tinggi maka pilihlah varietas tanaman tomat untuk dataran tinggi.

Benih tanaman tomat mampu beli di toko pertanian. Perlu diketahui bahwa untuk menanam tomat sebaiknya cari benih tomat yang bebas dari penyakit menyerupai penyakit fusarium, selain itu gunakan selalu benih tomat hibrida (F1) semoga tomat yang dihasilkan lebih baik dari segi kualitas dan kuantitasnya. Tidak disarankan untuk menanam tomat dari seleksi buah tomat hasil panen, Walau diambil untuk benih dari buah tomat yang tidak cacat serta ukurannya besar akan tetapi nantinya dari segi kualiatas dan kuantitas tomat akan menurun. Hal ini dikarenakan tanaman tomat yang dibudidayakan bukan lagi benih hibdida (F1), akan tetapi telah mengalami penurunan menjadi F2 ( farental 2 ) istilah pertaniannya kaya gitu dan pula dari ketahanan penyakit akan lebih menurun berbeda dengan tanaman tomat Hibdrida (F1). Kaprikornus untuk lahanan luas sebaiknya gunakan benih tomat yang benar-benar berkualitas, walau pun mahal tapi kita akan lebih puas menerima kesudahannya dibandingkan dengan benih tomat bikinan sendiri.

Cara menyemai benih tomat yang baik

Tanaman tomat perlu disemai dahulu sebelum ditanam di lahan yang luas hingga memiliki batang dan daun yang cukup besar lengan berkuasa untuk ditanam. Penyemaian bertujuan untuk meminimalisir maut akhir tanaman yang belum siap pada kondisi tanam diluasan lahan. Baik dari segi cuaca atau melindungi dari gangguan lainnya. Maka dari itu diharapkan kawasan terpisah untuk penyemaian. Tempat ini mampu dibuat sementara atau permanen. Untuk media mampu gunakan tray tercetak, bedengan biasa atau pun polybag. Berikut ini tahap-tahap yang harus dipersiapkan dalam menyemai benih tomat :

Media tanam merupakan hal pertama yang perlu kita siapkan. Yang mana nantinya merupakan kawasan benih tomat berkecambah. Perlu diperhatikan bahwa media untuk tanam ini haruslah terjamin dalam ketersediaan hara tanaman, baik nutrisinya, struktur tanahnya maupun kelembapannya. Media tanam berupa campuran tanah dan unsur hara yang tinggi dalam hal ini bahan-bahan organik. Selain dari itu perlu diperhatikan juga ketersediaan air harus mencukupi dalam media persemaian dengan kelembaban yang sedikit lebih tinggi dari areal tanam semestinya. 


Tanah untuk media persemaian yang baik diambil dari episode atas tanah ( top soil ). Ambilah tanah dengan kedalam tidak melebihi dari 5 cm. Anda mampu gunakan juga tanah yang terdapat di bawah pohon bambu, tanah ini banyak mengandung materi organik yang dengan porositas yang baik. Untuk melengkapi kandungan unsur hara, pupuk organik mampu kita tambahkan. Campurlah tanah dengan pupuk organik dengan perbandingan 1:1 atau mampu menyesuaikan dengan keadaan masing-masing. Media yang siap tanam memiliki ciri kalau dikepa dengan tangan tidak mudah terurai atau telah solid.
Dalam budidaya tomat dengan lahan yang luas, sebaiknya kita memilih persemaian dengan menggunakn polybag. Hal ini bertjuan semoga mengurangi resikon tanaman mengalami stres dikala pindah tanam. Apabila ingin memillih persemaian dengan menggunakan bedengan, perlulah kita berhati-hati dikala mencabut bibit tomat dan memindahkannya. 35- 40 biasanya lama persemian hingga tanaman siap untuk dipindahkan. 
Tips dikala melaksanakan penyemaian dibedangan, di atas media persemaian kita membuat larikan dengan jarak antar larikan kurang lebih 5 cm dengan kedalaman larik 1 cm. Setelah itu taburkan benih dalam larikan. Usahakan jangan hingga saling tindih antar benih, berikan jarak semoga dikala pencabutan benih kala pindah tanam, akar tidak mengalami kerusakan. Setelah itu tutup larikan dengan tanah lalu lakukan penyiraman secukupnya. Saat metode pindah tanam mampu dilakukan dengan dua cara. Pertama cara putar yakni mengambil bibit tanaman tomat dengan tanah sekitarnya. Kedua dengan cara pencabutan bibit tanaman, sebelum melaksanakan pencabutan siram dahulu dengan air semoga medianya lunak dan akar tidak mengalami putus.

Pengolahan tanah

pemasangan ajir

Pada tingkat kemasaman tanah antara pH 5,5 – 7 tomat tumbuh dengan baik. Apabila tanah yang akan kita tanam terlalu masam, maka perlu ditambahkan kapur pertanian atau dolomit. Manfaat menambahkan kapur tanah ini yaitu guna meningkatkan pH tanah dan juga memperbaiki stuktur tanah. Yang perlu diperhatikan yaitu dosisnya harus diubahsuaikan dengan tingkat pH tanah masing-masing. 

Cangkul atau bajak tanah hingga gembur lalu bentuklah bedengan dengan ketinggian sekitar 30 – 40 cm dengan lebar 1 meter. Bikin jarak antara bedengan selebar 40 cm, usahakan jangan kurang dari segitu apalagi dikala trend hujan. Kerapatan jarak tanam akan mensugesti kelembaban sekitar tanaman, semakin rapat akan semakin lembab dan ini mampu mensugesti tanaman baik dari segi ketersediaan hara maupun kepekaan terhadap hama dan penyakit. Setelah jarak tanam dibuat, diamkan tanah sekitar semingguan. 

Pupuk dasar berupa pupuk menyerupai pupuk kompos atau pupuk sangkar di berikan sebanyak kurang lebih 20 ton untuk lahan dengan luasan 1 hekater. Lakukan pengadukan diatas bedengan secara merata. Untuk memperbanyak kandungan fosfor dalam tanah mampu ditambahkan pupuk SP-36 kurang lebih 5 gram per lubang tanam. Bila melaksanakan budidaya tomat organik tidak perlu ditambahkan pupuk kimia, melainkan menambahkan pupuk dasar dua kali lipat dari biasanya yakni sekitar 40 ton per hektar.

Setelah itu tutup bedengan dengan mulsa plastik hitam perak, mulsa sangat memiliki kegunaan dalam mempertahankan kelembaban tanah, dalam mengendalikan gulma dan juga buah tomat akan tetap bersih alasannya yaitu tidak menyentuh tanah. Biarkan selama kurang lebih satu ahad sebelum dilakukan penanaman.

Cara menanam bibit tomat

Cara menanam bibit tomat – Pertama-tama yang harus kita lakukan dikala menanam bibit tomat yaitu membuat lubang tanam dengan diameter 5-7 cm pada mulsa. Dalam satu bedengan ada dua lajur lubang tanam, Jarak antara lubang tanam dalam satu lajur antara 40 – 50 cm. Untuk trend hujan perlu agak renggang guna mengurangi kelembaban. Sedangkan jarak antara lajur tanam sekitar 70 – 80 cm. Kemudian masukkan bibit yang telah siap tanam. Untuk bibit yang disemai dalam pot plastik, lepas dahulu plastiknya lalu masukkan semua media tanam tomat tanpa harus mencabut akar tanaman tomat. Lalu tutup dengan tanah dan ratakan dengan tanah sekitarnya. Untuk bibit tomat yang ditanam di persemaian bedengan, masukkan tanaman lalu timbun dengan tanah bekas lubang galian. Ratakan lalu siram dengan air semoga kelembaban tetap terjaga.

Pemeliharaan tanaman tomat

pemangkasan ketiak daun tomat

Pemeliharaan tanaman tomat tomat merupakan tanaman yang cukup sensitif maka dari itu pemeliharaan tanaman tomat perlu dilakukan dan tidak terkecuali perawatannya juga. Tanaman tomat sangat rentan terhadap penyakit dan hama, terutama yang ditanam di dataran rendah. Setelah pemanenan kerusakan buah tomat masih beresiko mengalami kerusakan yang cukup tinggi antara 20-50%. Berikut ini yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan dan perawatan tanaman tomat. 

a. Penyulaman

Penyulaman bertujuan untuk mengganti tanaman yang rusak atau gagal tumbuh, baik rebah alasannya yaitu cuaca atau sakit. Lakukan penyulaman setelah seminggu tanaman tomat di tanam. Tanaman yang kurang sehat atau mati di cabut dan ganti dengan bibit dari sisa penyemaian.

b. Penyiangan

Dari mulai tanam hingga menjelang panen, penyiangan perlu dilakukan sekurangnya 3-4 kali pada trend tanam tersebut. Penyiangan ditujukan untuk membersihkan lahan dari tanaman pengganggu yang dapat bersaing dalam menerima nutrisi yang diharapkan tanaman. Selain daripada itu gulma juga dapat mengembangkan atau mengundang hama serta penyakit yang mampu menyerang tanaman tomat.

c. Pemangkasan

Pemangkasan sangat wajib dilakukan pada setiap minggunya. Pangkaslah tunas – tunas yang tumbuh pada ketiak daun sebelum membesar menjadi batang. Lakukanlah pemangkasan tunas dengan tangan. Namun bila batang terlalu keras sebaiknya gunakan gunting atau pisau. Mengatur ketinggian tanaman tomat mampu dilakukan dengan cara memotong ujung tanaman. Lakukanlah pemotongan ujung tanaman bila sudah terlihat jumlah dompolan bah sekitar 5 – 7 buah.

d. Pupuk susulan

pupuk suplemen atau susulan wajib diberikan pada dikala budidaya tomat baik itu secara organik maupun konvensional. Semprotkan pupuk organik cair Pada budidaya tomat organik, dengan kandungan kalium yang tinggi dikala tanaman akan mengalami pembungaan dan pembuahan. Setiap ahad mampu dilakukan penyemprotan.Yang perlu diperhatikan ialah bahwa pupuk organik haruslah diencerkan terlebih dahulu, lakukan sesuai proposal yang ada pada lebel kemasan pupuk. Perlu diingat bahwa konsentrasi pupuk cair tidak boleh melebihi 2%. Selain itu , tambahkan pula pupuk kompos atau sangkar setelah tanaman berumur 2-3 ahad setelah tanam, sekitar satu genggam tangan per lubang tanam.

Sedangkan untuk budidaya tomat secara konvensional, pupuk susulan diberikan dikala tanaman 1 ahad setelah tanam dengan menunjukkan KCL dan campuran urea pada perbandingan 1:1 sebanyak 1-2 grm per lubang tanam. Setelah umur tanaman 3 minggu, derma pupuk susulan pun dilakukan lagi dengan menambah dosisnya menjadi 5 gram per tanaman. Pada dikala tanaman berumur satu bulan pupuk suplemen ini diberikan lagi dengan dosis 7 gram per tanaman. Yang perlu diperhatikan yaitu dikala derma pupuk ini jangan hingga terkena tanaman, tanaman mampu mengalami kerusakan. Lakukan derma pupuk dengan jarak 1 jengkal atau 10 cm dari batang tanaman.


E. Penyiraman dan pengairan
Tanaman tomat kebutuhan air nya tida kterlalu banyak, walau demikian jangan hingga kekurangan air. Pemberian air yang berlebihan pada budidaya tomat menjadikan pertumbuhan vegetatif yang subur menjadikan pertumbuhan generatifnya berkurang. Sebaliknya, apabila air kurang dikala berkepanjangan akan menyebabkan buah tomat pecah-pecah kesudahannya dan itu sangatlah merugikan.
Kekeringan yang berkepanjangan sangat berdampak sekali pada tanaman tomat yang mana menimbulkan kerontokan bunga. Apabila relatif cukup curah hujannya tidak perlu dilakukan penyiraman. Pada dikala trend kemarau, lakukanlah penyiraman pada pagi hari dan jangan hingga terjadi retak-retak pada tanah akhir kekeringan.

Kekeringan yang panjang mampu menyebabkan kerontokan bunga. Penyiraman hendaknya diubahsuaikan dengan kondisi cuaca. Bila curah hujan cukup relatif tidak perlu lagi penyiraman. Justru yang harus diperbaiki yaitu jalan masuk drainase semoga air tidak menggenang disekitar areat tanaman. Pada trend kemarau, penyiraman mampu dilakukan pada pagi hari. Cegah jangan hingga tanah retak-retak kekeringan.

F. Pemasangan Ajir / Lenjeran
Pemasangan ajir atau lenjeran ini memiliki kegunaan untuk menyaggah semoga tanaman tomat tidak roboh. Ajir dibuat dari bambu dengan panjang 1,5 meter yang ditancapkan sekitar tanaman dengan jarak 10 -20 cm. Setiap satu tanaman di pasang satu ajir. Kemudian lenjeran ditegakan atau ujungnya diikat dengan lenjeran lainnya. Pengikatan ini berfungsi untuk memperkokoh posisi ajir. 
Hendaknya lenjeran dipasang sedini mungkin guna mencegah terjadinya luka pada akar tanaman tomat akhir penancapan. Karena itu tanaman yang masih kecil akarnya masih belum menyebar luas menjadikan kemungkinan tertancap ajir kecil sekali. Luka akar tanaman akhir ajir mampu mengundang penyakit dan menghambat pertumbuhan. 
Lakukan pemasangan ajir setelah tanaman mulai tinggi sekitar 10-15 cm. Ikatkan lenjeran dengan tomat menggunakan tali rapia. Model ikatan jangan terlalu keras, longgar saja semoga batang tanaman tomat tidak terluka alasannya yaitu goresan dengan tiang ajir. Model ikat berbentuk menyerupai angka 8 sangat di anjurkan dan ini memang sudah lazim dilakukan petani dikala menanam tanaman tomat. Kemudian lakukan pengikatan lagi pada dikala tanaman mulai bertambah tinggi 20 cm yang diikatkan pada batang tanaman, begitu seterusnya. 

Pengendalian Hama dan penyakit tanaman tomat

Banyak jenis penyakit dan hama yang sering menyerang dikala melaksanakan budidaya tanaman menyerupai kutu daun trips, ulat, lalat buah, lalat putih, nematoda, tungau, penyakit layu fusarium, bercak daun, bercak coklat, anyir buah, dan penyakit kapang daun. Lakukan pencegahan sedini mungkin guna mengurangi serangan tersebut, salah satunya dengan sanitasi lahan dari gulma. Lakukan penyemprotan dengan menggunakan pestisida sesuai dengan dosis yang diajurkan. Apabila tanaman tomat yang dibudidayakan dengan cara organik, lakukanlah penyemprotan dengan menggunakan pestisida nabati.

Hama dan penyakit apapun tak ter kecuali pada tanaman tomat tidak dapat diberantas akan tetapi hanya dapat dikendalikan saja. Karena baik insektisida, fungisida maupun bakterisida sifatnya hanya sementara saja dan hama penyakit akan selalu ada dikala kita menanam apapun dan mungkin akan jauh lebih resisten dibandingkan dengan sebelumnya kita budidaya tanaman. Oleh alasannya yaitu itu lakukan penyemprotan sesusai dengan dosis yang telah dianjurkan, menaikan dosis bukannya menjadi efektif malah akan menimbulkan dampak gres terhadap lingkungan yang burik dan juga tentunya akan menaikan biaya produksi. Kalau memang harus menggunakan pestisida maka sebaiknya lakukan dengan menggunakan materi aktif yang berbeda untuk memotong siklus hidup hama dan penyakit semoga tidak resisten.

Pengendalian hama secara terpadu merupakan sebuah prinsip yang wajib dilakukan oleh petani dalam menanggulangi hama dan penyakit secara menyeluruh. Lakukanlah penerapan Pengendalian Hama Terpadu ( PHT ) ini secara berkesinambunga. Adapun yang harus kita perhatikan yaitu variabel-variabel menyerupai memilih bibit yang unggul tahan terhadap hama dan penyakit, memanfaatkan tanaman pengusir hama, memanfaatkan predator alami dan lakukan penyemprotan insektisida dan pestisida sebagai langkah terakhir dalam menanggulangi hama.

Baca juga : Paitan sebagai pestisida organik untuk aneka macam jenis tanaman


Pemanenan budidaya tomat

Tanaman tomat mulai mampu dipanen setelah mencapai 60 – 100 hari setelah tanam dan itu pun tergantung varietas yang kita tanam. Menentukan dikala panen dengan melihat umur tanaman kadang tidak akurat dan efektif. Oleh alasannya yaitu itu sebaiknya lakukan pengamatan fisik terhadap tanaman tomat. Tanaman tomat mampu dikatakan telah siap untuk dipanen apabila kulit buah yang tadinya hijau bermetamorfosis agak kekuningan serta episode batang mulai mengering dan tepi daun mulai menguning.

Lakukan pemetikan dikala panen tomat pada pagi hari atau mampu juga pada sore hari. Jangan lakukan pemanenan pada siang hari, alasannya yaitu tanaman sedang melaksanakan proses fotosintesis dan pada keadaan ini terjadi sedang tinggi-tinginya penguapan yang menjadikan buah tomat akan cepat layu setelah dipetik. Lakukan pemanenan setiap 2-3 hari sekali. Rata-rata dalam satu hektar lahan tomat mampu menghasilkan 16 ton tanaman tomat. Namun ada juga yang mencapai 25 – 30 ton per hektar dan ini tergantung varietas yang di tanam.